Selasa, 08 Mei 2012

MAKALAH : MUAMALAH ALA SUPER MINI MARKET DAARUTTAUHID


MAKALAH : MUAMALAH ALA SUPER MINI MARKET DAARUTTAUHID
Oleh : Yuliawati, Ai Tati. dkk.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara berpenduduk sekitar 200 juta terdiri dari banyak suku (jumlah bahasa daerah lebih dari 250). Demikian pula ada beragam agama seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu dan lain-lain, tetapi jumlah pemeluk agama Islam adalah mayoritas (87% di tahun 1990). Agama merupakan pandangan hidup yang menjadi dasar dari kehidupan sehingga harap dipahami adanya aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar. Adanya aturan halal haram, boleh atau tidaknya suatu makanan dan perbuatan dilakukan dan adanya perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan oleh seorang muslim, baik kepada tuhannya maupun kepada sesama manusia.
"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya" ( QS. Al-Maaidah: 88). Ayat tersebut di atas jelas-jelas telah menyuruh kita hanya memakan makanan yang halal dan baik saja, dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, yang dapat diartikan halal dari segi syariah dan baik dari segi kesehatan, gizi, estetika dan lainnya. Sesuai dengan kaidah ushul fiqih, segala sesuatu yang Allah tidak melarangnya berarti halal. Dengan demikian semua makanan dan minuman di luar yang diharamkan adalah halal. Halal berdasarkan Kamus Besar Indonesia adalah hal-hal yang diizinkan (tidak dilarang oleh syarak). Oleh karena itu, apabila dilihat dari ayat tersebut, sebenarnya sangatlah sedikit makanan dan minuman yang diharamkan dan masih banyak yang dihalalkan untuk manusia (terutama untuk kaum muslim). Walaupun demikian, pada zaman dimana teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, maka permasalahan makanan dan minuman halal menjadi relatif kompleks.
Berbagai makanan dan minuman serta produk yang lain disediakan bebas di pasaran di berbagai tempat. Dan yang paling banyak serta diminati banyak pengunjung adalah supermarket serta Minimarket yang sudah banyak di kota-kota bahkan di daerah-daerah. Mereka menawarkan produk dengan berbagai kenyamanan. Namun, dibalik semua kenyamanan tersebut, banyak produk ditawarkan di sana merupakan produk yang masih belum ada label halal dari LP-POM MUI maupun dari BPOM RI. Harusnya ada perlindungan untuk konsumen dengan adanya pencantuman label halal dan tanggal kadaluwarsa suatu produk.
Kasus Ajinomoto (2000) menjadi kasus yang sangat besar setelah produk MSG yang menggunakan bactosoytone dalam proses pembuatannya dinyatakan haram oleh Komisi Fatwa MUI. Hal ini terjadi karena Ajinomoto melakukan penggantian jenis nutrisi yang digunakan dalam proses pembiakan bakteri tanpa pemberitahuan kepada LP-POM MUI. Ternyata kemudian diketahui, jenis nutrisi baru yang digunakan mengandung enzim babi. Akibat dari kasus ini, pabrik Ajinomoto sempat ditutup sementara dan para pejabat yang bertangngung jawab diamankan oleh polisi. Setelah produk haram yang sudah terlanjur beredar di pasar ditarik dan dimusnahkan, serta mengganti bactosoytone dengan bahan lain yang halal, MUI mengeluarkan serifikat halal untuk produk Ajinomto versi baru. Selain itu masih banyak kasus yang lain, seperti jus mengkudu (2001), plasenta (2002) yang menjadi bahan kosmetik, kolagen (2002) yang berasal bisa dari sapi maupun babi dan ini dijadikan bahan kosmetik juga, dan masih banyak kasus yang lain.
Ketika dibandingkan beberapa parameter sekaligus, maka responden menjawab  sebagai pertimbangan utama dalam memilih produk adalah kehalalan (56%), harga (24%), rasa (18%), dan hadiah (2%). Dari karakteristik keinginan konsumen ini terlihat bahwa halal (masih lebih bersifat normatif) merupakan bahan pertimbangan utama. Harga masih menjadi faktor dominan kedua yang menentukan dalam memilih produknya. (Republika,12 Agustus 2005 dalam Wiwik dkk, 2008).
Dalam konsep ekonomi syariah (Ekonomi Islam) konsep Minimarket syariah menjadi solusi yang solutif untuk diterapkan pada semua problematika tesebut. Dalam Minimarket tersebut semua produk yang ditawarkan adalah halal, manajemen dan pemasaran serta pemodalannya dilakukan syariah. Berdasarkan hal tersebut maka kami tertarik untuk melakukan penelitian mengenai super mini market yang sariah dengan yang pada umumnya. Kami mengambil satu objek penelitian yang menurut kami cukup menarik yaitu Super Mini Market Daarut Tauhid Bandung, sebagai salah satu contoh SMM berbasis syariah di Bandung.





1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang kami paparkan sebelumnya maka rumusan masalah yang kami susun secara umum adalah bagaimana sistem muamallah yang benar menurut Islam?
Kemudian secara khususnya, yaitu sebagai berikut:
1.    Bagaimana Konsep muamalah menurut islam?
2.    Apa itu SMM DT?
3.    Bagaimana sistem managemen minimarket pada umumnya?
4.    Apa perbedaan SMM DT dengan minimarket lainnya?
5.    Bagaimana hasil analisanya?

1.3  Tujuan

Tujuan makalah yang kami susun adalah:
1.         Untuk mengetahui Konsep muamallah menurut islam
2.         Untuk mengetahui sekilas SMM DT
3.         Untuk mengetahui sistem minimarket pada umumnya
4.         Untuk mengetahui perbedaan SMM DT dengan minimarket lainnya
5.         Untuk mengetahui analisanya










BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1                         Konsep Muamalah
Manusia dijadikan Allah SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber ekonomi. Allah SWT berfirman
Artinya : “Dan Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”(QS Az Zumar : 39)
Jual beli dalam bahasa Arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna berlawanan yaitu Al Bai’ yang artinya jual dan Asy Syira’a yang artinya Beli. Menurut istilah hukum Syara, jual beli adalah penukaran harta (dalam pengertian luas) atas dasar saling rela atau tukar menukar suatu benda (barang) yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan (akad) tertentu atas dasar suka sama suka (lihat QS Az Zumar : 39, At Taubah : 103, hud : 93)
1.     Hukum Jual Beli
Orang yang terjun dalam bidang usaha jual beli harus mengetahui hukum jual beli agar dalam jual beli tersebut tidak ada yang dirugikan, baik dari pihak penjual maupun pihak pembeli. Jual beli hukumnya mubah. Artinya, hal tersebut diperbolehkan sepanjang suka sama suka. Allah berfirman.
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.”(QS An Nisa : 29
Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan sebagai berikut.
ﺇﻨﻤﺎ ﺍﻟﺒﻴﻊ ﺗﺮﺍﺩ ( ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺮﻯ)
Artinya : “Sesungguhnya jual beli itu hanya sah jika suka suka sama suka.” (HR Bukhari)
ﺃﻠﺒﻴﻌﺎﻥ ﺑﺎ ﻟﺨﻴﺎﺭ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻴﺘﻔﺮﻗﺎ ( ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺮﻯ ﻭ ﻤﺴﻠﻢ)
Artinya : “ Dua orang jual beli boleh memilih akan meneruskan jual beli mereka atau tidak, selama keduanya belum berpisah dari tempat akad.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila seseorang melakukan jual beli dan tawar menawar dan tidak ada kesesuaian harga antara penjual dan pembeli, si pembeli boleh memilih akan meneruskan jual beli tersebut atau tidak. Apabila akad (kesepakatan) jual beli telah dilaksanakan dan terjadi pembayaran, kemudian salah satu dari mereka atau keduanya telah meninggalkan tempat akad, keduanya tidak boleh membatalkan jual beli yang telah disepakatinya.
2.    Rukun dan syarat Jual Beli
Dalam pelaksanaan jual beli, minimal ada tiga rukun yang perlu dipenuhi.
a.      Penjual atau pembeli harus dalam keadaan sehat akalnya
Orang gila tidak sah jual belinya. Penjual atau pembeli melakukan jual beli dengan kehendak sendiri, tidak ada paksaan kepada keduanya, atau salah satu diantara keduanya. Apabila ada paksaan, jual beli tersebut tidak sah.
b.      Syarat Ijab dan Kabul
Ijab adalah perkataan untuk menjual atau transaksi menyerahkan, misalnya saya menjual mobil ini dengan harga 25 juta rupiah. Kabul adalah ucapan si pembeli sebagai jawaban dari perkataan si penjual, misalnya saya membeli mobil ini dengan harga 25 juta rupiah. Sebelum akad terjadi, biasanya telah terjadi proses tawar menawar terlebih dulu.
Pernyataan ijab kabul tidak harus menggunakan kata-kata khusus. Yang diperlukan ijab kabul adalah saling rela (ridha) yang direalisasikan dalam bentuk kata-kata. Contohnya, aku jual, aku berikan, aku beli, aku ambil, dan aku terima. Ijab kabul jual beli juga sah dilakukan dalam bentuk tulisan dengan sarat bahwa kedua belah pihak berjauhan tempat, atau orang yang melakukan transaksi itu diwakilkan. Di zaman modern saat ini, jual beli dilakukan dengan cara memesan lewat telepon. Jula beli seperti itu sah saja, apabila si pemesan sudah tahu pasti kualitas barang pesanannya dan mempunyai keyakinan tidak ada unsur penipuan.
c.       Benda yang diperjualbelikan
Barang yang diperjualbelikan harus memenuhi sarat sebagai berikut:
a.       Suci atau bersih dan halal barangnya
b.      Barang yang diperjualbelikan harus diteliti lebih dulu
c.       Barang yang diperjualbelikan tidak berada dalam proses penawaran dengan orang lain
d.      Barang yang diperjualbelikan bukan hasil monopoli yang merugikan
e.       Barang yang diperjualbelikan tidak boleh ditaksir (spekulasi)
f.       Barang yang dijual adalah milik sendiri atau yang diberi kuasa
g.       Barang itu dapat diserahterimakan
h.      Perilaku atau sikap yang harus dimiliki oleh penjual
d.       Berlaku Benar (Lurus)
Berperilaku benar merupakan ruh keimanan dan ciri utama orang yang beriman. Sebaliknya, dusta merupakan perilaku orang munafik. Seorang muslim dituntut untuk berlaku benar, seperti dalam jual beli, baik dari segi promosi barang atau penetapan harganya. Oleh karena itu, salah satu karakter pedagang yang terpenting dan diridhai Allah adalah berlaku benar.
Dusta dalam berdagang sangat dicela terlebih jika diiringi sumpah atas nama Allah. “Empat macam manusia yang dimurkai Allah, yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang congkak, orang tua renta yang berzina, dan pemimpin yang zalim.”(HR Nasai dan Ibnu Hibban)
e.       Menepati Amanat
Menepati amanat merupakan sifat yang sangat terpuji. Yang dimaksud amanat adalah mengembalikan hak apa saja kepada pemiliknya. Orang yang tidak melaksanakan amanat dalam islam sangat dicela.
Hal-hal yang harus disampaikan ketika berdagang adalah penjual atau pedagang menjelaskan ciri-ciri, kualitas, dan harga barang dagangannya kepada pembeli tanpa melebih-lebihkannya. Hal itu dimaksudkan agar pembeli tidak merasa tertipu dan dirugikan.
f.        Jujur
Selain benar dan memegang amanat, seorang pedagang harus berlaku jujur. Kejujuran merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam jual beli karena kejujuran akan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan salah satu pihak. Sikap jujur dalam hal timbangan, ukuran kualitas, dan kuantitas barang yang diperjual belikan adalah perintah Allah SWT. Firman Allah
Artinya : Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” (QS Al A’raf : 85)
Sikap jujur pedagang dapat dicontohkan seperti dengan menjelaskan cacat barang dagangan, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui. Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya
“Muslim itu adalah saudara muslim, tidak boleh seorang muslim apabila ia berdagang dengan saudaranya dan menemukan cacat, kecuali diterangkannya.”
Lawan sifat jujur adalah menipu atau curang, seperti mengurangi takaran, timbangan, kualitas, kuantitas, atau menonjolkan keunggulan barang tetapi menyembunyikan cacatnya. Hadis lain meriwayatkan dari umar bin khattab r.a berkata seorang lelaki mengadu kepada rasulullah SAW sebagai berikut “ katakanlah kepada si penjual, jangan menipu! Maka sejak itu apabila dia melakukan jual beli, selalu diingatkannya jangan menipu.”(HR Muslim)

g.      Khiar
Khiar artunya boleh memilih satu diantara dua yaitu meneruskan kesepakatan (akad) jual beli atau mengurungkannya (menarik kembali atau tidak jadi melakukan transaksi jual beli). Ada tiga macam khiar yaitu sebagai berikut.
1.      Khiar Majelis
Khiar majelis adalah si pembeli an penjual boleh memilih antara meneruskan akad jual beli atau mengurungkannya selama keduanya masih tetap ditempat jual beli. Khiar majelis ini berlaku pada semua macam jual beli.
2.      Khiar Syarat
Khiar syarat adalah suatu pilihan antara meneruskan atau mengurungkan jual beli setelah mempertimbangkan satu atau dua hari. Setelah hari yang ditentukan tiba, maka jual beli harus ditegaskan untuk dilanjutkan atau diurungkan. Masa khiar syarat selambat-lambatnya tiga hari
3.      Khiar Aib (cacat)
Khiar aib (cacat) adalah si pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya, apabila barang tersebut diketahui ada cacatnya. Kecacatan itu sudah ada sebelumnya, namun tidak diketahui oleh si penjual maupun si pembeli. Hadis nabi Muhammad SAW. Yang artinya : “Jika dua orang laki-laki mengadakan jual beli, maka masing-masing boleh melakukan khiar selama mereka belum berpisah dan mereka masih berkumpul, atau salah satu melakukan khiar, kemudian mereka sepakat dengan khiar tersebut, maka jual beli yang demikian itu sah.” (HR Mutafaqun alaih)

3.      Riba
Bagi manusia yang tidak memiliki iman, segala sesuatunya selalu dinilai dengan harta (materialisme). Manusia berlomba-lomba untuk memperoleh harta kekayaan sebanyak mungkin. Mereka tidak memperdulikan dari mana datangnya harta yang didapat, apakah dari sumber yang halal atau haram. Salah satu contoh perolehan harta yang haram adalah sesuatu yang berasal dari pekerjaan memungut riba. Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan sebagai berikut. Yang artinya : “Dari Abu Hurairah r.a ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang pun, kecuali ia memakan harta riba. Kalau ia memakannya secara langsung ia akan terkena debunya.” (HR Ibnu Majah)
Kata riba (ar riba) menurut bahasa yaitu tambahan (az ziyadah) atau kelebihan. Riba menurut istilah syarak ialah suatu akad perjanjian yang terjadi dalam tukar menukar suatu barang yang tidak diketahui syaraknya. Atau dalam tukar menukar itu disyaratkan menerima salah satu dari dua barang apabila terlambat. Riba dapat terjadi pada hutang piutang, pinjaman, gadai, atau sewa menyewa. Contohnya, Fauzi meminjam uang sebesar Rp 10.000 pada hari senin. Disepakati dalam setiap satu hari keterlambatan, Fauzi harus mengembalikan uang tersebut dengan tambahan 2 %. Jadi hari berikutnya Fauzi harus mengembalikan hutangnya menjadi Rp 10.200. Kelebihan atau tambahan ini disebut dengan riba.
Allah SWT berfirman.
Artinya : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al Baqarah : 275)

Allah telah melarang hamba-Nya untuk memakan riba, Allah juga menjanjikan untuk melipatgandakan pahala bagi orang yang ikhlas mengeluarkan zakat, infak dan sedekah. Allah SWT berfirman.

Artinya : “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS Al Baqarah : 276)

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah Supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Ali Imran : 130)

Hadis nabi Muhammad SAW yang artinya : “Dari Jabir r.a ia berkata : Rasulullah SAW telah melaknati orang-orang yang memakan riba, orang yang menjadi wakilnya (orang yang memberi makan hasil riba), orang yang menuliskan, orang yang menyaksikannya, dan (selanjutnya) nabi bersabda, mereka itu semua sama saja.” (HR Muslim)

Beberapa ayat dan hadis yang telah disebutkan menunjukan bahwa Islam sangat membenci perbuatan riba dan menganjurkan kepada umatnya agar didalam mencari rezeki hendaknya menempuh cara yang halal.

Ulama fikih membagi riba menjadi empat bagian, yaitu sebagai berikut.
1.      Riba fadal
Riba fadal yaitu tukar menukar dua buah barang yang sama jenisnya, namun tidak sama ukurannya yang disyaratkan oleh orang yang menukarnya. Contohnya tukar menukar emas dengan emas atau beras dengan beras, dan ada kelebihan yang disyaratkan oleh yang menukarkan. Supaya tukar menukar seperti ini tidak termasuk riba harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut.
1.      Barang yang ditukarkan harus sama
2.      Timbangan atau takarannya harus sama
3.      Serah terima harus pada saat itu juga.

2.      Riba nasiah
Riba nasiah yaitu tukar menukar barang yang sejenis maupun yang tidak sejenis atau jual beli yang pembayarannya disyaratkan lebih oleh penjual dengan waktu yang dilambatkan. Contohnya, salim membeli arloji seharga Rp 500.000. Oleh penjualnya disyaratkan membayarnya tahun depan dengan harga Rp 525.000

3.      Riba yad
Riba yad yaitu berpisah dari tempat akad jual beli sebelum serah terima. Misalnya, orang yang membeli suatu barang sebelum ia menerima barang tersebut dari penjual, penjual dan pembeli tersebut telah berpisah sebelum serah terima barang itu. Jual beli ini dinamakan riba yad

Berikut syarat-syarat jual beli agar tidak menjadi riba.
a.       Menjual sesuatu yang sejenis ada tiga syarat, yaitu:
1.      serupa timbangan dan banyaknya
2.      tunai, dan
3.      timbang terima dalam akad (ijab kabul) sebelum meninggalkan majelis akad.
b.      Menjual sesuatu yang berlainan jenis ada dua syarat, yaitu:
1.      tunai dan
2.      timbang terima dalam akad (ijab kabul) sebelum meninggalkan majelis akad.

Riba diharamkan oleh semua agama samawi. Adapun sebab diharamkannya karena memiliki bahaya yang sangat besar antara lain sebagai berikut.
1.      Riba dapat menimbulkan permusuhan antar pribadi dan mengikis habis semangat kerja sama atau saling menolong sesama manusia. Padahal, semua agama, terutama Islam menyeru kepada manusia untuk saling tolong menolong, membenci orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri atau egois, serta orang yang mengeksploitasi orang lain.
2.      Riba dapat menimbulkan tumbuh suburnya mental pemboros yang tidak mau bekerja keras dan penimbun harta di tangan satu pihak. Islam menghargai kerja keras dan menghormati orang yang suka bekerja keras sebagai saran pencarian nafkah.
3.      Riba merupakan salah satu bentuk penjajahan atau perbudakan dimana satu pihak mengeksploitasi pihak yang lain.
4.      Sifat riba sangat buruk sehingga Islam menyerukan agar manusia suka mendermakan harta kepada saudaranya dengan baik jika saudaranya membutuhkan harta.

2.2  Sekilas SMM DT

Super Mini Market daarut Tauhid menyediakan semua kebutuhan pokok. SMM mampu bersaing dengan beberapa retail lainnya. Dengan kerja keras dan kerjasama tim SMM mampu berkembang dengan baik. dengan menawarkan pelayanan yang berbeda dengan para pesaingnya SMM bertahan dan alhamdulillah diminati. Harga yang relatif bersaing dan hanya  produk yang  lolos lisensi kehalalan yang disediakan SMM. Selain itu SMM juga menyediakan buku, CD dan Al-Qur’an. "We Serve With Heart". Keunggulan Lainnya yaitu member SMM. dengan menjadi member SMM maka Customer akan mendapatkan diskon harga. Pelayanan yang ramah dan bersahabat membuat SMM semakin dikenal Masyarakat.
Bermula dari Kedai Ikhwan dan Akhwat yang dinamai dengan Daarul Ikhwan dan Daarul Akhwat ditahun 90-an, dengan perkembangan yang signifikan pada tahun 1993 dibentuklah Super Mini Market, sebagai Unit Usaha hasil penggabungan Daarul Ikhwan dan Daarul Akhwat dan memulai Usahanya di Gedung Masjid Lt.1
Pada tahun 1997 SMM mulai menempati Gedung barudi Lantai dasar dengan luas 200 m2 dan secara berangsur dari tahun ke tahun. Divisi SMM merupakan Divisi Usaha yang menghasilkan omset terbesar diantara 3 divisi lain yang ada di Kopontren Daarut Tauhiid dengan rata-rata omset sebesar Rp. 350 juta setiap bulannya.
Untuk penyediaan kebutuhan sehari-hari bagi Jama’ah, Anggota Koperasi maupun santri Daarut Tauhiid, SMM menyediakan segala kebutuhan dari mulai perlengkapan rumah tangga, Sembilan Bahan Pokok (SEMBAKO), juga menyediakan aneka makanan ringan yang tidak saja produk-produk dari perusahaan yang terkemuka seperti Indofood, tapi juga menyediakan aneka makanan ringan hasil Industri Rumah tangga/ Home Industri (termasuk anggota Koperasi).
SMM juga  menyediakaan kebutuhan anggota dan masyarakat memiliki 3 toko : SMM Swalayan, SMM Bookstore, dan SMM Fashion. Hal ini dilakukan dalam rangka membantu menfasilitasi dalam mengembangkan para pengusaha skala kecil dan Menengah.
Dengan Suasana Pesantren yang tenang dan sejuk dengan keramahan pelayanan para santrinya, merupakan kelebihan tersendiri bagi para pengunjung yang menyengajakan diri untuk berbelanja.
Sebagai nilai plus yang lainnya SMM juga menyediakan keperluan-keperluan Fashion Muslim-Muslimah mulai dari Keperluan untuk Ibadah sehari-hari, fashion untuk suasana relaks sampai dengan kebutuhan ibadah haji (musiman). 
Sebagai Pesantren yang sangat memperhatikan pengembangan ilmu pengetahuan terutama dalam hal keislaman (ahli Fikir), SMM menyediakan aneka Buku-buku Islami dan berbagai CD juga Al-Qur’an. SMM menjadi alternatif tempat belanja yang dicari oleh ummat yang haus akan ilmu pengetahuan. 

2.3    Sistem manajemen supermarket Mini Market pada umumnya
A.       Minimarket
Pengertian Minimarket adalah toko swalayan yang hanya memiliki satu atau dua mesin register sementara supermarket adalah swalayan besar yang juga menjual barang-barang segar seperti sayur dan daging dengan jumlah mesin registernya mencapai tiga ke atas.
Hipermarket itu juga masuk kategori swalayan yang juga menjual barang-barang white goods seperti mesin cuci, kulkas, dan televisi.
Alfamart merupakan alah satu minimarket dilaksanakan secara serentak di semua toko, sistematis dan terstruktur. Seluruh aktifitas yang terkait dengan rencana peningkatan kualitas di terjemahkan secara rapi dan terdokumentasi. Seluruh karyawan terlibat untuk mensukseskan rencana yang telah disusun selama satu tahun sesuai tema yang ditetapkan oleh kebijakan dari PT. Sumber Alfa Trijaya. Kebijakan pusat diterjemahkan kembali oleh distribution center (DC) yang membina kordinator wilayah, dimana setiap koordinator wilayah membawahi sepuluh toko yang menjadi binaannya. Di tingkat toko dipimpin oleh seorang pejabat toko dalam hal ini bisa dipimpin oleh kepala toko, asisten kepala toko atau merchandiser.
Hubungan komunkasi ini dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan kunjungan langsung koordinator wilayah ke toko-toko setiap dua sampai tiga kali dalam satu minggu.
Visi Alfamart yaitu menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global. Sedangkan budaya yang menjadi ruh organisasi dikembangkan melalui komitmen :
1.        Integritas yang tinggi
2.        Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik
3.        Kualitas dan produktifitas yang tinggi
4.        Kerjasama team
5.        Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik.
Berangkat dari landasan visi dan budaya organisasi ini kemudian disusun rencana kerja berdasar tema yang kontekstual untuk tahun 2006 sehingga dari tahun ke tahun terdapat peristiwa dan suasana spesial yang berbeda untuk dihadirkan dalam toko tersebut.
Tema Alfamart pada tahun 2006 yaitu inovasi dan kerjasama untuk kinerja yang lebih baik. Tema ini diturunkan kembali kedalam fokus kerja tahun 2006 agar tercapai tema yang telah dirancang. Fokus kerja tahun 2006 diantaranya :
1.        No stock opname out dan DSI toko yang optimal
2.        Optimalisasi program promosi dan display
3.        Pelayanan sepenuh hati untuk kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
Kepemimpinan dan Keterlibatan Karyawan
Kepemimpinan sebagai bagian penting dalam organisasi yang akan menggerakkan aktifitas personil dibawahnya. Kepemimpinan efektif dibangun berdasar wewenang dan tugas yang telah dimandatkannya dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Kepemimpinan di Alfamart dikordinatori oleh pejabat toko (kepala toko, asisten kepala toko dan merchandiser). Pejabat toko ini bertanggung jawab terhadap jalannya toko dan mewakili toko dalam rapat di tingkat wilayah.
Kepemimpinan yang efektif dapat dilihat dari komitmen yang menyertainya.
Komitmen ini akan menjadi semangat karyawan dibawahnya untuk ikut juga berprestasi. Alat ukur bagi keberhasilan kepemimpinan dan komitmen karyawan dapat dilihat dari hasil penjualan toko tersebut, diantaranya adalah Salles per Day (SPD), Struk perday (STD) dan Average purchase customer (APC). Ketiga komponen ini ditampilkan dalam bentuk diagram batang agar seluruh karyawan dapat melihat untuk kemudian dijadikan bahan untuk pelaksanaan evaluasi selanjutnya.
Stock Opname
Pengadaan produk sebagai salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan produk dari waktu ke waktu dalam jumlah yang cukup. Jika produk yang dicari konsumen tidak ada atau habis akan menyebabkan konsumen kecewa dan dikhawatirkan akan beralih ke toko yang lain. Proses stock opname dalam rangka mencapai tujuan dimaksud. Pelaksanaan stock opname di toko Alfamart terbagi kedalam beberapa bagian, stock opname parsial, stock opname grand, stock opname perjam, dan proses adjust.
Stock opname (SO) parsial yaitu proses pendataan dan penghitungan barang dalam partai tertentu atau beberapa rak tertentu. SO ini dilakukan setiap hari pada saat toko akan tutup operasi. SO yang dilakukan setiap jam dapat digolongkan kedalam kelompok SO parsial. SO grand yaitu SO yang dilakukan secara keseluruhan pada semua jenis barang dan semua rak secara bersama oleh seluruh karyawan setiap bulan.
Pelaksanaan SO ini biasanya dilakukan malam hari sampai dengan pagi hari sampai toko akan menjelang buka telah selesai dilaksanakan. Selesai pelaksanaan SO, baik parsial maupun grand selanjutnya dilakukan pencocokan barang antar yang real dengan yang tercatat dalam data base komputer toko. Jika terjadi perselisihan nilai antara quantity fisik dan quantity on hand, selanjutnya diseimbangkan nilainya pada posisi nol. Report ini selanjutnya dikirim ke distribution center (DC) untuk keperluan pemesanan barang pada toko tersebut. Pelaksanaan SO juga dilakukan untuk mengetahui barang atau item yang masuk kategori barang terlaris (fast moving) dan barang kategori lambat penjualannya (slow moving). Diketahuinya jenis barang untuk dijadikan dasar untuk melaksankan promosi terhadap barnga yang masuk kategori slow moving melalui promosi product of the month atau program lainnya yang secara substansi sama.
Pelatihan dan Pengembangan
Karyawan sebagai aktor terpenting dalam kesuksesan bisnis eceran. Karyawan yang tanggap, terampil dan cekatan secara langsung dapat mengoptimalkan layanan yang diberikan oleh sebuah toko. Karyawan Alfamart mendapat perbekalan pengetahuan dan praktek di dalam toko sejak diterima menjadi karyawan. Pada saat sebelum bekerja karyawan diberikan pelatiha selama satu minggu menurut kriteria posisi yang dipegangnya. Materi yang diberikan secara umum oleh semua karyawan adalah standar prosedur pelayanan prima di toko, materi pelaksanaan operasional SO, penanganan keluhan konsumen dan materi lainnya. Khusus untuk kasir diberikan materi kecantikan (beauty class).
Seiring perjalanan waktu, pelayanan toko akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan segmen pasar, perilaku konsumen dan perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu program pelatihan dan pengembangan karyawan terus dilakukan secara berkala setiap bulan secara bergantian tergantung dari materi pelatihan.
Pertemuan Evaluasi
Pertemuan atau rapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antar seluruh personil toko, dari mulai masalah penjualan sampai dengan peningkata kinerja karyawan mengenai tugas dan tanggung jawabnya sampai dengan arena untuk membahas program promosi yang akan dijalankan oleh toko. Hasil evaluasi biasanya dapat diketahui tentang keefektifan karyawan dan juga kinerja toko dalam volume penjualannya. Untuk itu karyawan selalu bekerjasama memperbaiki kinerjanya dan toko yang dikelola agar dapat terhindar dari predikat toko dalam pengawasan oleh koordinator wilayahnya.
Agenda pertemuan evaluasi dilakukan setiap hari pada saat toko akan buka di pagi hari dan siang hari ketika terjadi pergantian shift masuk kerja. Perhatian yang Besar terhadap Pelanggan Layanan di toko Alfamart berfokus pada pelanggan. Karena itu pelanggan lebih tepat diistilahkan sebagai ”Raja” yang harus dilayani secara maksimal. Ada beberapa feature yang diberikan kepada konsumen diantaranya adalah diberikan kartu keanggotaan Alfamart (disebut Kartu AKU). Kartu Aku ini diberikan kepada setiap pelanggan dengan banyak sekali manfaat yang menyertainya. Manfaat tersebut diantaranya adalah diberikan reward untuk diikutsertakan pada program promosi toko.
Pada tahun 2006 periode April – Juni ini misalnya terdapat program untuk pemegang Kartu AKU yang berbelanja maksimal jumlah tertentu dapat diikutsertakan pada program promosi dengan hadiahnya adalah mendapat toko Alfamart.
Komitmen dari karyawan too terhadap pelanggan adalah yaitu memberikan kompensasi atau ganti berupa setengah kilo gula bagi pelanggan yang merasa pada saat membayar di kasir tidak ditanyakan Kartu AKU nya oleh kasir yang bersangkutan. Layanan unggul lainnya bagi pelanggan sibuk, karyawan Alfamart bersedia mengantar sejumlah barang pesanan belanja melalui telepon. Ini merupakan salah satu bentuk layanan tele - store.
Implementasi ISO 9001 : 2000
Pada tahun 2006 Alfamart bertekad akan mendapatkan sertifikasi manajemen kualitas formal yang pertama yang belum dilakukan oleh mini market lain sejenis. Keinginan tersebut sudah dimasukkan kedalam agenda kerja dan sejalan dengan visi PT. Sumber Alfaria Trijaya, dimana seluruh toko terlibat didalamnya. Tahap implementasi sampai dengan didapatkannya sertifikat dari lembaga audit bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi juga bukanlah sesuatu yang sulit. Dikatakan tidak sulit, karena penerapan manajemen kualitas telah terlaksana dengan baik secara terdokumentasi dan prosedur layanan toko ke konsumen telah berjalan baik.
Dukungan seluruh departemen yang terkait dengan bidang operasional terlibat dengan seluruh personil toko. Berikut akan disampaikan target yang diberikan oleh seluruh personil toko dalam rangka memuluskan proses implementasi ISO 9001:2000, diantaranya meliputi :
1.        Karyawan selalu menghapalkan kebijakan mutu ” Alfamart selalu siap memberikan kepuasan berbelanja dengan harga pas”.
2.        Karyawan mengetahui sasaran mutu.
3.        Mengetahui tugas dan tanggung jawab sebagai kasir, pramuniaga dan pejabat toko. Berikut akan dipaparkan tugas dan tanggung jawab karyawan toko (kasir) :
Pelayanan pelanggan :
·           Menunjukkan sikap ramah dan sopan pada pelanggan
·           Kecepatan proses transaksi pembayaran dengan tidak mengurangi
·           keakuratan
·           Menginformasikan pada pelanggan jika ada kegiatan promosi
·           yang sedang berjalan agar pelanggan dapat memanfaatkannya
Tugas lainnya meliputi :
·           Membantu display barang di rak penjualan saat tidak melakukan
·           transaksi penjualan
·           Administrasi kasir dan penyimpanan file
·           Kebersihan dan kerapihan peralatan di sekitar kasir
·           Pelaksanaan pengawasan dan SO
4.        Menjalankan semua prosedur, kebijakan dan aturan yang ditetapkan
5.        melayani konsumen sepenuh hati dengan layanan terbaik.

Jam Operasional
Terkait dengan jam operasinya, Alfamart buka pada pukul 06.00 sampai jam 22.00, namun tak sedikit pula alfamart yang buka jam operasinya selama 24jam nonstop. Hal ini menjadi kelebihan bagi alfamart untuk menambah pendapatan.  Logikanya, jika minimarket langganan sudah tutup, tak punya pilihan lain bahwa konsumen memilih untuk beli ke alfamart yang masih buka pada jam-jam tertentu.
2.4 Sistem manajemen SMM DT
Berikut ini adalah hasil wawancara kami mengenai SMM Darut Tauhid (SMM DT) dengan bapak Adam Selaku Manajer SMM DT.
1.         Konsepnya SMM DT terdapat perbedaan di sistemnya, lebih mengarah sistem syariah, seperti operasional jam buka, pelayanan, pokoknya berkaitan dengan ibadah.
2.         Terkait dengan jam buka (pukul 6.00 WIB) dann jam tutup (pukul 21.30 WIB). yg lain dari pukul 07.00-22.00 atau 24 jam. SMM ini sebenarnya konsepnya diperuntuk kan bagi santri jamaah dan warga sekitar, karena kita dilingkungan pesantren jadi secara tidak langsung berhubungan dengan santri.
3.         Sistem muamallah dalam islam tidak ada unsur riba dan harus ada akad. Dalam hal ini, SMM DT perlahan menuju syariah sempurna, karena masih ada pengaruh dari konvensional. Oleh karena itu, SMM DT mempunyai motto yaitu SEHATI , SEhat HAlal dan Tambah Ilmu. Sehat dari produknya, jasmani sdmnya. Halal tentu saja kita menerima yang sudah bersertifikat halal dari bpom baik cara menjual atau mendapatkannya maka berusaha semaksimal mungkin dimana ada lebel dan sertifikat, kalau belum ada sertifikat ya tentu saja belum bisa kita terima. Ilmu dikuatkan dengan dakwah contohny, atmosfir toko, walaupun pelayannya belum sempurna (syar’i sepenuhny).
3           Untuk pelayanan kan harus ada akad. Sebenarnya ada beberapa pendapat mengenai akad, dimana ada yg bilang harus diucapkan, tapi ada juga yang belum, dimana ketika pembeli sudah ridho akan barang tersebut dan mengenai harganya sudah cocok & rela, itu dinyatakan sudah  akad, sehingga tidak jadi masalah. Lagi pula, ini kan dalam keadaan darurot, jadi dimungkinkan dibolehkannya tanpa diucapkan, agar tidak menimbulkan penumpukan customer yang mengantri di kassa. Ya memang diakui, bahwa di SMM DT, belum maksimal dalam layanannya.
4           Untuk wakaf dalam pengembalian uang, biasanya kan yang Rp. 25 - Rp.90 kan suka ada harusnya dikembalikan, tp sekarang uang yang nilainya segitu sudah tidak ada. Maka smm meniatkan untuk yang nilai kembaliannya dibawah Rp. 100 , utnuk mewakafkannya. maka dari itu, kita menanyakan kembali kepada costumer untuk mau mewakafkannya atau tidak. Nah untuk warga yang nonmuslim belanja di SMM DT yang fanatik tidak mngenal konsep wakaf dan mengingkan kembaliannya utuh, ya kami akan mengembalikannya, jika perlu dilebihkan apabila nominalnya tidak ada
5           Untuk pegawai, diwajibkan bisa membaca al-quran. Laki-laki tidak boleh merokok –Perempuan memakai jilbab. Mempunyai kemampuan/keahlian/pengetahuan.
6           Untuk pencatatan akuntansinya, smm belum sepenuhnya ke syariah, masih seperti konvensional. Tapi selama ini juga, kita mencari format-format mengenai syariah.
7           Untuk kelebihan SMM DT. Ada program member, program promosi produk baru, hadiah, diskon, dll. Untuk kontribusinya, SMM DT adalah yayasan dibawah koperasi. 80”% utnuk pengembangan dakwah dr laba bersih, beasiswa tahfidz al-quran, DPU DT.
8           Untuk pajak, SMM DT tetap mematuhi aturan pemerintah, masih membayar pajak sesuai aturan, karena negara sudah mewajibkannya. Menurut saya (pak Adam), memang pajak diharamkan dalam islam, namun kita mengacu pada MUI saja, kalau MUI melarang ya kita tidak akan melakukan. Selama ini SMM DT masih menunaikan kewajiban pajak.
9           Untuk strategi pemasaran agar tetap bertahan, dilihat dari banyaknya minimarket lain didaerah ini, di tahun 2012 ini harga sudah semakin tinggi, banyak perubahan, jaringan-jaringan sudah mengalami perubahan. Maka kita melihat sekitar, kita berusaha untuk lebih mementingkan countinious produknya, mempromosikan lebih dll.
10       Mengenai akuntansi yang beralih ke IFRS, belum ada perubahan dalam pedoman akuntansi dr PSAK ke IFRS di SMM DT.

2.5 Analisis perbedaan sistem manajemen antara supermarket pada umumnya dengan SMM DT
Berdasarkan kajian dan hasil observasi kami maka terdapat perbedaan antara SMM daaruttauhid dengan SMM lainnya diantaranya disajikan dalam table 2.1
Table 2.1 Perbedaan system manajemen SMM DT dan SMM lainnya disekitar Gerlong Bandung
KARAKTERISTIK
SMM PADA UMUMNYA
SMM DAARUTTAUHID
Sistem
Management Umum
Management Syariah
Visi
Beroerientasi kepada masa depan perusahaan dan pemilik tetapi hanya berfokus pada kehidupan dunia.
Berorientasi pada masa depan perusahaan, agama Islam (system ekonomi Islam), keridhoan Allah SWT.

Budaya organisasi yang menjadi Roh kegiatan Usaha
Ilmu management hasil manusia
Agama dan etika Islam
Kepemimpinan
dibangun berdasar wewenang dan tugas yang telah dimandatkannya dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki
dibangun berdasar wewenang dan tugas yang telah dimandatkannya dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tapi lebih diutamakan kaum laki-laki
Tanggung Jawab Tertinggi
Kepada Pemimpin (owner)
Kepada Allah dan owners
Sumber Daya Manusia
Memiliki skill dan kompeten, bertanggungjawab terhadap perusahaan (pemimpin)
Memiliki skill dan kompeten, bertanggungjawab terhadap Allah, diri sendiri, perusahaan
Pelatihan dan Pengembangan

Karyawan sebagai aktor terpenting dalam kesuksesan bisnis eceran. Karyawan yang tanggap, terampil dan cekatan secara langsung dapat mengoptimalkan layanan yang diberikan oleh sebuah toko. Karyawan Alfamart mendapat perbekalan pengetahuan dan praktek di dalam toko sejak diterima menjadi karyawan. Pada saat sebelum bekerja karyawan diberikan pelatiha selama satu minggu menurut kriteria posisi yang dipegangnya. Materi yang diberikan secara umum oleh semua karyawan adalah standar prosedur pelayanan prima di toko, materi pelaksanaan operasional SO, penanganan keluhan konsumen dan materi lainnya. Khusus untuk kasir diberikan materi kecantikan (beauty class).
Lebih menekankan pada factor rukhiyah karyawan berdasarkan agama Islam. Dimulai dengan kemampuan mengaji, ketaataat beribadah, dan juga perbekalan pengetahuan praktek di toko . karyawan perempuan diwajibkan menutup aurat begitu pun yang laki-laki, tidak menggunakan make-up yang mencolok tapi rapi. Dibekali juga dengan pelaksanaan SO. Adanya pemisahan untuk kasir laki-laki dan perempuan.
Operasional
Ada yang buka 24 jam dan tidak ada waktu istirahat
Buka dari jam 6 pagi sampai 21.30 dan pada waktu shalat SMM istirahat atau tutup.
Sistem Akuntansi
Akuntansi Umum atau konvensional
Masih menggunakan akuntansi umum
Barang yang diperjual belikan
Berbagai jenis produk tetapi masih ada yang tidak bersertifikasi halal
Berbagai jenis produk dan bersertifikasi halal




















BAB III Kesimpulan dan Saran
Dalam konsep ekonomi syariah (Ekonomi Islam) konsep Minimarket syariah menjadi solusi yang solutif untuk diterapkan pada kehidupan dan mencegah semua problematika yang terjadi di minimarket terkait produk yang berbahaya. Dalam Minimarket syariah semua produk yang ditawarkan adalah halal, manajemen dan pemasaran serta pemodalannya dilakukan syariah.
Tujuan utama syariah adalah mendidik manusia, memantapkan keadilan dan merealisasikan keuntungan bagi setiap manusia di dunia maupun di akhirat. Syariah mengatur semua aspek kehidupan umat muslim, baik politik, ekonomi, dan sosial dengan menjaga keyakinan, kehidupan, akal, dan kekayaan mereka. Dengan kata lain, syariah berkaitan dengan peningkatan keadilan dan kesejahteraan masyarakat dengan menetapkan fondasi dasar bagi moral, sosial, politik, dan filsafat ekonomi masyarakat ekonomi tersebut.
Prinsip syariah dalam ekonomi dan bisnis tersebut yang terdiri dari halal, bebas dari riba atau adanya prinsip bagi hasil, dan adanya zakat dan juga wakaf begitupun yang diterapkan dalam SMM Daaruttauhid meskipun belum semuanya berbasis syariah.

1 komentar:

Hwee Liong mengatakan...

terima kasih atas makalah nya, sangat bermanfaat....
www.ebook-saya.com
saling berkunjung ya